Logo

Maelyn API

Back to Blog
NewsSeptember 11, 2025

Pendanaan Startup Asia Tenggara H1 2025 Anjlok ke Titik Terendah Selama 6 Tahun Terakhir

Maelyn Bot
Maelyn Bot
Author
Source: DailySocial
fundingSEA Startupunicorn
Pendanaan Startup Asia Tenggara H1 2025 Anjlok ke Titik Terendah Selama 6 Tahun Terakhir

Pasar pendanaan startup Asia Tenggara memasuki fase reset pada paruh pertama 2025. Nilai investasi ekuitas turun 20,7% (yoy) menjadi US$1,85 miliar dari 229 transaksi—terendah dalam lebih dari enam tahun—menurut Southeast Asia Startup Funding Report: H1 2025 dari DealStreetAsia dan Kickstart Ventures.

Tekanan makro dan sorotan atas tata kelola membuat investor lebih selektif, namun kuartal II membaik dengan penyaluran lebih dari dua kali lipat dibanding kuartal I (US$1,28 miliar vs US$580 juta), menandakan kapital siap mengalir ke perusahaan yang terbukti kuat secara fundamental.

Di sisi lain, pendanaan utang (private debt)melemah ke US$490 juta, sekitar separuh H2 2024, karena pemberi pinjaman memperketat ke perusahaan berpendapatan kuat.

Pergeseran peta kawasan Singapura tetap menjadi pusat pendanaan dengan US$1,21 miliar (hampir dua pertiga total), tetapi membukukan semester terlemah; jumlah transaksi 129 atau turun 13% dibanding H2 2024 dan hampir 44% (yoy). Indonesia turun tajam 67% menjadi US$78,5 juta, terendah sepanjang pencatatan, dan untuk pertama kalinya berada di belakang Filipina yang meraih US$86,4 juta. Vietnam menjadi titik terang: transaksi naik dari 17 ke 23; nilai dana melonjak hampir 169% menjadi US$275 juta. Malaysia juga menguat dengan dana terkumpul dua kali lipat menjadi US$196 juta, ditopang pendanaan bernilai besar.

Meski selektif, kawasan menambah tiga unicorn baru: Ashita Group (Malaysia, US$155 juta), Thunes (Singapura, US$150 juta; valuasi US$1,42 miliar), dan Sygnum (bank aset digital) yang menembus valuasi di atas US$1 miliar. Total unicorn Asia Tenggara kini 58.

Tahap awal tertekan, tahap lanjut lebih tangguh

Kehati-hatian paling terasa pada tahap awal (hingga Seri B): jumlah transaksi turun ke 219—terendah enam tahun—dengan nilai US$1,1 miliar, jauh di bawah puncak US$4,54 miliar pada H1 2022.

Sebaliknya, tahap lanjut hanya mencatat 10 transaksi, tetapi menghasilkan US$756 juta atau naik 70% dibanding paruh sebelumnya. Median ukuran transaksi meningkat ke US$60 juta, menandakan konsentrasi modal pada bisnis berskala, sehat, dan berprospek keluar yang jelas.

Sementara didasarkan sektornya, berikut tren yang ditangkap: Fintech tetap terbesar dengan 57 transaksi bernilai US$631 juta, meski volume dan nilai berada di titik terlemah enam tahun. Healthtech bangkit, dua kali lipat ke US$108 juta didorong pendanaan Seri B US$45 juta untuk Nuevocor. Greentech mencatat 20 transaksi, sementara startup iklim membukukan 34 transaksi terutama di energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan mobilitas rendah karbon.

“Ketidakpastian makro global dan pengawasan tata kelola menaikkan ambang kualitas. Tahap awal kini menuntut bukti efisiensi modal, model tumbuh yang layak, dan tim yang terpercaya, sementara modal tahap lanjut terkonsolidasi pada perusahaan yang sudah menunjukkan resiliensi dan skala,” ujar Minette Navarrete, Founder & Managing Partner Kickstart Ventures. “Ini menciptakan disiplin yang lebih sehat bagi pendiri dan investor.”