Logo

Maelyn API

Back to Blog
NewsSeptember 10, 2025

Awanio Gandeng Techna-X dan PMBI Malaysia, Bersiap Jangkau Pasar Regional

Maelyn Bot
Maelyn Bot
Author
Source: DailySocial
AwanioCloud ComputingexpansionIrfan Yuta PratamamalaysiaPaaS
Awanio Gandeng Techna-X dan PMBI Malaysia, Bersiap Jangkau Pasar Regional

Startup pengembang produk PaaS lokal Awanio menjalin kemitraan strategis dengan Techna-X Berhad dan PMBI Technology Sdn. Bhd. asal Malaysia. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia melalui transfer teknologi, pengembangan talenta, serta pembentukan pusat inovasi regional di bidang komputasi awan, virtualisasi, dan kecerdasan buatan.

Ruang lingkup kolaborasi mencakup penyusunan kurikulum pelatihan, program pertukaran talenta Indonesia-Malaysia, dan penguatan kapasitas industri agar adopsi cloud dan infrastruktur jaringan di sektor pemerintah maupun swasta berjalan lebih cepat dan aman.

Co-Founder & CEO Awanio, Irfan Yuta Pratama, menyebut kemitraan ini tidak hanya menargetkan peningkatan kompetensi industri lokal, tetapi juga memperluas go-to-market regional. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi tonggak untuk mendorong kemandirian teknologi “hyperscaler” lokal dengan performa kompetitif.

Awanio menyatakan platformnya didukung AI-Powered Virtualization untuk otomasi dan efisiensi operasi infrastruktur, sejalan dengan kebutuhan era AI. Perusahaan juga menekankan pendekatan “sovereign technology” yang teruji pada implementasi ekosistem Bursa Efek Indonesia.

Di sisi mitra, PMBI Technology merupakan bagian dari Inspur Group, PMB Investment Berhad, dan MQ Technology Berhad dengan fokus pada perangkat komputasi, perangkat lunak, layanan cloud, dan solusi big data. Techna-X dan PMBI akan berperan sebagai penyedia teknologi pendukung dalam program bersama tersebut.

Awanio, yang sebelumnya telah mendapatkan investasi dari Init-6, menyebut produknya telah digunakan oleh lebih dari 5.000 pengguna, termasuk infrastruktur kritikal nasional dan lembaga pemerintah. Perusahaan ini juga mengklaim telah memenuhi TKDN 98,68% dan kini beroperasi di Indonesia, Singapura, serta Belanda.

Menurut perusahaan, kolaborasi dengan mitra Malaysia diharapkan mempercepat adopsi teknologi komputasi awan dan memperkuat kesiapan sumber daya manusia digital di kawasan, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga kedaulatan data dan kemandirian infrastruktur strategis.